Review Anime Hamefura - Butterfly Effect Paradox?

Hamefura


Sinopsis

Katarina Claes merupakan bangsawan yang kaya raya. Pada suatu hari, kepalanya terbentur dengan sebuah batu dan ia mengingat kembali ingatan masa lalunya. Ia teringat bahwa dunia yang ia huni saat ini merupakan dunia dari salah satu gim favoritnya “Fortune Lover”, sebuah novel visual otome yang sangat ia gemari di kehidupan lalunya. Akan tetapi, di sini ia tidak menjadi protagonis melainkan antagonis yang mencoba untuk mengagalkan romansa dari protagonis. Seluruh rute yang ia ketahui melibatkan pengasingan dirinya hingga kematian dirinya kelak di masa yang akan datang, sehingga ia perlu berpikir untuk menemukan rute terbaik agar tidak membuka rute yang menyebabkan dirinya sengsara di masa yang akan datang.


»INFO

Judul:  -乙女ゲームの破滅フラグしかない悪役令嬢に転生してしまった (JPN)

              -My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom! (EN)

              -Hamefura (Singkat)

Tipe: Serial TV

Episode: 12 Episodes

Status: Selesai Tayang

Penayangan: 5 April 2020 - 21 Jun 2020

Tayang Perdana: Musim Semi 2020

Genre: Komedi, Drama, Fantasi, Romansa, Sekolah

Produser: Mainichi Broadcasting System, Asmik Ace, King Records, Ichijinsha, Nichion      

Studio: Silver Link

Sumber: Novel Ringan

Durasi: 24 min/eps

 

»Cast

1. Maaya Uchida as Katarina Claes

2. Shouta Aoi as Gerald Stuart

3. Tatshuhisa Suzuki as Alan Stuart

4. Tetsuya Kakihara as Keith Claes

5. Yoshitsugu Matsuoka as Nicole Ascart

6. Saori Hayami as Maria Campbell

7. Inori Minase as Sophia Ascart

8. Miho Okasaki as Mary Hunt

 

Ulasan

Hamefura merupakan sebuah anime reverse harem mainstream dengan plot yang umum namun segar. Berbeda dengan anime dengan tema sama yaitu kisah seorang gadis yang hanya menampilkan pesona para karakter, Hamefura hadir dengan memberikanmu cerita serta plot yang menarik untuk diikuti.

Terinspirasi dari Butterfly Effect membuat anime ini menjadi sebuah misteri di setiap episodenya. Tapi, apa itu Butterfly Effect? Butterfly Effect adalah istilah dalam teori kekacauan yang berhubungan dengan "ketergantungan yang peka terhadap kondisi awal", di mana perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem taklinear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian. Singkatnya, insiden kecil namun bisa berdampak besar. Atau kalian sering membaca karya fiksi ilmiah pasti familiar dengan istilah tersebut, Butterfly Effect dalam fiksi ilmiah seperti kembali ke masa lalu demi mengubah masa depan.

Meskipun ‘mungkin’ terinspirasi dari sebuah istilah yang jarang diketahui banyak orang awam dan rumit untuk dimengerti, pembawaan cerita dikemas dengan ringan dan menyenangkan. Tidak seperti Boku Dake ga Inai Machi/ERASED yang mengusung plot sama. Diselipkan berbagai lelucon agar cerita ini tidak terlalu datar membahas perjuangan Katarina demi mengubah jalan hidupnya.

Walaupun pada awalnya pembawaan cerita anime ini ringan dan menyenangkan, tetapi semua itu berubah menjadi serius menjelang episode-episode akhir. Membuat penceritaannya menjadi terburu-buru (rush) dan terfokus pada pemecahan misteri mengapa Maria Campbell diculik, dan siapa orang di balik penculikan Maria dan tertidurnya Katarina. Berniat ingin membuat cerita yang lebih kompleks tapi justru meninggalkan kesan tanggung di episode akhir.

Perkembangan karakter di sini sedikit berbeda dengan anime pada umumnya. Jika pada umumnya Main Character mendapatkan perkembangan karakter yang sangat baik dan apik, Hamefura justru sebaliknya. Para pemain pembantu yang mendapat dukungan penuh dari pemain utama.

Selain aspek cerita, aspek lain seperti desain karakter dan visual serta musik adalah ketiga hal penting lainnya yang membuat anime ini sangat setimpal untuk dinikmati. Menyediakan karakter yang beragam dengan desain karakter yang apik pula menjadikan anime ini sebagai ladang para pecinta anime untuk mencari waifu/husbu khayalannya.

Sebagai bangsawan dan tunangan seorang pangeran, pakaian yang dikenakan Katarina Claes sangat mencerminkan statusnya. Gaun khas bangsawan formal dengan dominasi warna putih dan biru, rambut panjang sepinggang membuatnya cukup menarik perhatian mata. Sama seperti Katarina, Gerald Stuart sang tunangan pun penampilannya sangat mencerminkan statusnya sebagai seorang pangeran. Jas yang di dominasi warna putih serta jubah berwarna merah membuatnya terlihat glamour dan elegant.

Desain karakter pendukung juga unik karena memiliki style masing-masing. Teman-teman Katarina menggunakan pakaian formal khas bangsawan namun dengan beragam style yang terinspirasi dari busana kerajaan inggris dari masa ke masa. Sedikit berbeda dengan Maria Campbell yang dari kalangan biasa, dia hanya menggunakan gaun biasa dengan warna merah muda yang mendominasi.

Visual yang diberikan oleh Silver Link sangat mewah dan istimewa, memiliki kesan cerah dan menyenangkan. Sudut-sudut kota dan sekolah tampak nyata  seperti pada zaman kerajaan, seolah-olah mereka membuatnya untuk karya seni lukisan.

Lagu pembuka dan penutupnya cukup interesting, dimana lagu pembuka dengan style J-Pop perpaduan musik opera yang dibawakan Angela yang menambah kesan bahwa anime mengambil latar waktu zaman kerajaan. Sementara lagu penutup membawa chilling ‘love and destruction’ vibe yang dibawakan oleh Shouta Aoi.

 

Final Conclusion

Anime My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom! Cocok untuk ditonton bagi kalian yang menyukai kisah otome, sifat karakter utama perempuan bodoh, dan desain karakter nee-san. Semua aspek yang menyusun plot kisah otome dalam anime ini semuanya menurutku bagus. Anime ini juga menyelipkan misteri ringan, jadi para penyuka misteri ku yakin juga tidak masalah jika menonton anime ini.

Musiknya juga memberikan keindahan tersendiri bagi anime ini.

 

Personal Score

Story : 7/10

Character : 8/10

Visual : 8/10

Music : 7/10

Overall : 7,5/10

Referensi
https://bakarina.fandom.com/wiki/My_Next_Life_as_a_Villainess:_All_Routes_Lead_to_Doom!_Wiki

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Anime ini kekurangan satu hal, yaitu worldbuilding. Tapi semua itu tertutupi dengan disorotnya Katarina dan bagaimana Silverlink menggunakan ide itu.

    BalasHapus