Review Anime Honzuki no Gekokujou - Memang Anak Kecil bisa Membuat Buku?


Halo! VVibu Sampah di sini! Masih dengan review anime yang musim keduanya tayang pada Spring 2020. Selamat Membaca! 


‘Seorang anak ambisius untuk membuat bukunya sendiri.’
Ascendance of a Bookworm


Sinopsis
Urano Motosu seorang mahasiswa pecinta buku yang baru saja mendapat sertifikat sebagai Pustakawan. Namun, dirinya yang seharusnya mulai menjalani profesi impiannya setelah lulus, justru meninggal tertimpa bukunya sendiri saat terjadi gempa bumi dahsyat.
Berharap dapat bereinkarnasi agar dapat membaca lebih banyak buku lagi, ia bereinkarnasi ke dunia di mana tak banyak orang yang bisa membaca dan sangat sedikit buku, hanya kalangan bangsawan yang memilikinya. Dirinya yang bereinkarnasi menjadi anak perempuan dari seorang prajurit rendahan tak punya banyak pilihan untuk mendapatkan buku. Jika tak ada buku, maka buat sendiri, dan ia pun mulai menulis.

Jalan Cerita
Musim pertama berputar di sekitar hubungan Main dengan keluarganya dan teman-teman lokal, musim kedua terutama berfokus pada hubungan Main dengan gereja dan pengikut-pengikutnya. Pendekatan kepada penonton sangat halus, dengan ringkasan dari episode sebelumnya di awal episode baru membuat penonton lebih bisa memahami perjalanan kisah di episode baru tanpa harus mengingat kembali apa yang terjadi di episode sebelumnya.
Jalan ceritanya disetiap episode cukup menarik karena hampir disetiap episode terdapat konflik antar karakter yang membuat penasaran. Dan  lagi, bagaimana sejarah tentang awal mula media tulis saat musim pertama dikemas sangat baik dengan diselipkan beberapa lelucon sederhana yang tidak monoton.

Pengembangan Karakter
Seri ini mengembangkan karakternya sangat baik menurutku.
Myne(Urano Motosu) yang merupakan Main Character, digambarkan sebagai pribadi yang ambisius dan periang namun selalu menderita karena penyakitnya. Selama menonton ini, kita bisa merasakan bagaimana Myne menghadapi masalah saat mencoba membuat bukunya sendiri sekaligus perjuangannya dalam membuat buku.
Main Character lainnya seperti Lutz, dia membantu Myne berusaha membuat kertas dan menjaga kesehatannya agar tidak pingsan saat pergi keluar. Ferdinand, seorang Kepala Pendeta yang baik dan peduli terhadap Myne. Kedua karakter tersebut membantu Myne mewujudkan impiannya membuat bukunya sendiri. Myne yang sebelumnya sembrono dalam bertingkah dan membuat keputusan berubah menjadi Myne yang sangat sopan dan berpikir kritis. Ini ditunjukan dalam musim keduanya yang menampilkan perubahan 180˚ karena menjadi pendeta magang di kuil.

Art and Graphic
Anime ini digarap oleh studio Ajia-do, yang baru saya tonton garapannya baru Isekai Maou dan anime yang lagi kubahas ini jadi saya gak bisa compare dengan baik. Gambar dan grafisnya good quality untuk seri ditahun rilisnya. Ajia-do juga bisa mempertahankan bahkan meningkatkan sedikit di musim keduanya dengan pewarnaan yang lebih cerah.

Kesimpulan Akhir
Anime ini sangat bagus menurutku, banyak yang bisa kita ambil poin positifnya dari anime ini seperti pantang menyerah, peduli terhadap sesama, rendah hati, dll. Kita juga bisa memanfaatkan pengetahuan berdagang yang ditampilkan di anime ini. Anime ini juga dapat rating bagus di MAL, yaitu score 8,2 untuk musim pertama dan 8,06 di musim kedua. Pokoknya ini anime yang ku rekomendasikan banget untuk ditonton.
Musim ketiganya juga sudah mendapat konfirmasi, jadi bisa melihat perkembangan Myne seperti apa. Jadi itu saja reviewnya, pasti bermanfaat bila dibaca dengan baik. Dan berakhir sudah pembahasan mengenai anime Honzuki no Gekokujou, jumpa lagi!

Posting Komentar

0 Komentar