Review Anime Tamako Market - Moe-Moe Kyuunn!!

Halo! VVibu Sampah di sini! Kali ini kita akan mengulas anime yang tayang pada tahun 2013 lalu, cukup lama tapi lumayan bagus. Selamat membaca! 

Kuperingatkan dulu karena ini mungkin berisi spoiler yang sangat hebat bagi penonton yang belum menonton anime ini.

 

Tamako Market

Judul: Tamako Market

Genre:  Slice of Life, Comedy

Type: TV Series

Episodes12

Studio: Kyoto Animations

Status: Finish

 

Sinopsis

Bercerita di suatu Distrik Perbelanjaan yang benama 'Usagiyama' (Kelinci Gunung) yang mana orang-orang di dalamnya selalu terlihat ceria dan sangat akrab satu sama lain. Disinilah sang tokoh utama Kitashirakawa Tamako (Suzuki Aya), gadis manis nan periang tinggal bersama keluarganya yang merupakan pembuat Mochi dan memiliki toko bernama Tamaya. Kisah Tamako sendiri dimulai ketika ia tidak sengaja menemukan seekor burung aneh yang dapat berbicara di toko bunga milik Kaoru-san. Ia memperkanalkan dirinya sebagai Dera Mochimazzi -Mochijelek- (Yamazaki Tukumi) dan mengaku bahwa dia adalah seorang bangsawan dari negeri yang jauh di seberang sana, dan dari pernyataannya dapat disimpulkan bahwa dia sedang dalam perjalanan untuk mencari calon pengantin bagi pangeran di negerinya dan tanpa suatu sebab yang pasti ia berakhir di Distrik Perbelanjaan ini.

Sembari memulihkan diri dan melanjutkan misinya tersebut, Dera menumpang tinggal di rumah Tamako hingga akhirnya diapun kecanduan Mochi buatan keluarga Kitashirakawa. Dera-pun kini mengalami kelebihan berat badan, menjadikannya sulit untuk terbang kembali ke tempat asalnya. Dengan demikian, dia harus tinggal lebih lama bersama keluarga Tamako dan para pedagang di Distrik Perbelanjaan.

Sementara itu, diceritakan pula tentang teman sekaligus tetangga Tamako, Ooji Mochizou (Tamaru Atsushi) yang terus menyembunyikan perasaannya untuk Tamako. Sama-sama berasal dari keluarga pembuat Mochi dan ayah mereka berdua yang selalu bersaing, apakah cukup untuk menjembatani perasaan Mochizou ini untuk sampai ke Tamako? Dan bagaimana akhir dari perjalan Dera dalam mengemban tugasnya dalam menemukan calon pengantin yang telah ditakdirkan untuk pangerannya?

 

Alur Cerita

Mengusung genre Slice of Life dan Comedy tentunya membuat anime ini menmbuat alur yang tak terlalu kompleks. Komedi ringan serta dialog-dialog hangat yang menjadi dominan di anime ini, sangat bersahabat dengan saya sebagai penikmat Slice of Life.

Anime ini juga tidak terlalu membuat bosan karena selalu menampilkan tingkah lucu dan lugu dari Tamako. Konflik kecil diselipkan sebagai bumbu pelengkap agar lebih tasty. KyoAni memang bisa memikat hati dengan komedi serta desain karakternya.

 

Desain Karakter serta Penokohan

Mungkin hanya karakter yang sering dapat screen time saja yang ku bahas. Mari kita mulai dengan karakter utama. Tamako Kitashirakawa, anak dari seorang pemilik toko mochi. Memiliki rambut hitam dengan twintail, mata berwarna biru safir, tinggi 156cm, serta senyum manis. Sangat cocok untuk kalian idamkan sebagai pasangan bukan? Jika tidak mari kita lanjut ke kepribadian Tamako. Ramah, peduli, eksentrik, dan lugu adalah kepribadian Tamako. Ahh! Saat Tamako melepas kacamatanya, dia terlihat seperti Chitanda Eru.

Yang selanjutnya Dera Mochimazzi. Burung yang bisa bicara, dia pria, memiliki bulu berwarna putih, warna mata coklat tua dan berat badannya bertambah pesat hingga tak bisa terbang jauh. Memiliki sifat percaya diri dan suka memerintah pastinya sangat tak disukai, tapi berbeda dengan Dera. Dia menjadi bahan komedi di anime ini, Dera juga sedikit feminim. Ditunjukkan dengan caranya ia berjalan dan berdiri. Entah kenapa peran Dera di anime ini menurutku cukup penting karena membangun komedi ringan yang tak membosankan.

Yang ketiga yaitu Anko Kitashirakawa. Seorang gadis kecil dengan rambut hitam sepinggang dengan ponytail, mata coklat seperti rubah, dengan tinggi 130cm ini adalah adik dari Tamako. Lugu, pemalu, juga suka cemberut itulah Anko. Ahh! Dia imut banget.

Dan yang terakhir adalah Mochizou Oji. Seorang anak laki-laki dengan rambut coklat muda, dagu panjang, dan mata coklat ini adalah teman masa kecilnya Tamako. Baik hati, penakut, dan penolong itulah sifat dari Mochizou. Karakter ini mempunyai minat cinta terhadap sang Heroine, sangat terlihat jelas dari gelagatnya saat berjumpa dengan Tamako. Ia berperan menambahkan sedikit bumbu romansa di anime ini, walaupun belum berhasil memikat hati sang Heroine. Tapi semua itu berubah di sekuelnya, nantikan esok atau esok lusa jika kalian ingin membaca ulasan ku.

 

Graphic and Art

KyoAni memang tidak bisa ku komplain apa-apa jika masalah kualitas gambar. Semua yang kuharapkan dari animasi yang ditampilkan KyoAni sangat bagus. Desain Karakter imut lucu serta pewarnaan cerah sesuai dengan tema dan penokohan karakter utama dalam cerita ini, kesannya jadi sangat ceria.

 

Music

Opening dan Endingnya dinyanyikan oleh Voice Actor Tamako sendiri. Sangat earworm di telingaku, entahlah kalau di telinga kalian. ‘Freaking Good’ menurutku untuk 2 lagu yang dinyanyikan oleh Tamako, ada satu lagu ending yang dinyanyikan oleh Dynamite Beams tapi ku tak terlalu suka.

 

Kesimpulan Akhir

Anime dengan kisah, desain karakter, dan musik yang bagus. Ceritanya simpel tidak berbelit-belit karena ini memang bergenre silce of life. Tidak ada yang bisa ku kritisi dari anime ini karena sudah masuk ke hati. Ku sedikit tak setuju dengan scorenya di MAL, mereka yang memberikan score tidak tahu tentang keindahan suatu kisah dan karakter moe! Seharusnya anime ini dapat score 8! Ya begitulah, sepertinya ketertarikanku yang berlebihan terhadap anime slice of life sepertinya sudah terlalu buruk. 

Posting Komentar

0 Komentar