Review Anime Araburu Kisetsu - Anime ini merusak moral?


Sinopsis

Ketika mereka masih kecil tertawa dan bermain bersama, Izumi Norimoto dan Kazusa Onodera seperti saudara kandung. Tapi saat tubuh mereka tumbuh dewasa di sekolah menengah, Kazusa mulai melihatnya sebagai sesuatu yang berbeda; sayangnya untuknya, begitu pula gadis-gadis lain. Dikucilkan, Kazusa tidak punya pilihan selain menjauhkan diri darinya saat masuk SMA. Namun, setelah bergabung dengan klub sastra, dia menemukan teman-teman yang membuat pikirannya sibuk. Dikenal di seluruh sekolah karena membacakan adegan seks dalam novel sastra, reputasi klub membuat semua guru tidak menerima tugas untuk menjadi penasihat mereka.

Selama diskusi tentang apa yang akan mereka masukkan ke dalam daftar keinginan mereka, salah satu gadis mengatakan satu hal: seks. Satu kata ini mengirimkan riak ke seluruh lima gadis, saat pikiran tentang seks mulai mengambil alih kehidupan sehari-hari mereka. Dan, setelah berjalan di Izumi pada saat yang sangat pribadi, Kazusa dikirim ke dalam spiral emosi yang memaksanya untuk menghadapi perasaannya yang sebenarnya padanya. Sekarang, dengan jantung berdebar kencang dan klub sastra akan segera bubar, kelima gadis itu harus bekerja keras untuk menjaga kewarasan dan klub mereka tetap hidup.


Judul: Araburu Kisetsu no Otome-domo yo

Genre: Comedy, Drama, Romance, Shounen, School Life

Type: TV Series

Episodes12

Studio: Lay-duce

Status: Finish


 Alur Cerita

Mengusung genre Drama Romansa pastinya anime ini banyak menyuguhkan konflik antar karakternya dalam masalah percintaan. Anime ini tidak hanya memberikan konflik percintaan segitiga maupn perselingkuhan, tetapi juga memberikan cerita tentang Homoseksualitas, Pedofilia, dan Seks Bebas. Tapi akan kita bahas di poin selanjutnya.

Anime ini menyajikan cerita yang sungguh bagus, kisah persahabatan dan percintaan disini dikemas menjadi satu dalam berbagai konflik yang berbeda. Kalian bisa tersenyum, tertawa, sedih, dan kagum saat melihat anime ini. Emosi kalian akan diubah-ubah dengan cepat seiring berjalannya cerita, entah awalnya sedih kemudian tertawa terbahak-bahak atau sebaliknya.

 

Hal Tabu di Indonesia tapi Hal Biasa di Jepang

Seperti yang saya bilang di atas, anime ini sedikit membahas Homoseksual dan Pedofilia. Homoseksual dan Pedofilia disini tidak ditampilkan untuk dibenarkan dalam masyarakat, jadi jangan langsung menjudge anime ini merusak moral atau yang lain. Homoseksual dan Pedofilia disini menjadi bahan perbincangan para karakter, kenapa itu bisa terjadi dan kapan karakter tersebut merasakan perubahan ketertarikan gender. Dalam percakapan antar karakter dan monolognya bisa kita jadikan edukasi bagi kita sendiri.

Anime ini juga membahas tentang hubungan tidak sehat dan seks bebas. Di Indonesia hal tersebut memanglah hal yang tabu, tapi tidak di sana. Di Jepang itu adalah hal biasa, banyak anak sekolah disana yang sudah merelakan ‘keperawanan’-nya sejak bangku SMA. Anime ini menyelipkan banyak pesan moral tentang seks bebas, jadi tidak semerta-merta menampilkan percakapan serta scene yang menampilkan pornografi.

 

Desain Karakter dan Gambar

Desain karakternya tidak ada yang spesial dari serial anime ini. Apa yang bisa diharapkan dari desain karakter anime dengan latar tempat sekolah? Seragam Sekolah tentuya. Untuk kualitas gambarnya menurut saya agak kurang. Kurang enak dipandang, banyak sekali scene yang menurut saya fail dalam penggambarannya. 3DCG yang dipakai juga menurut saya tidak pada tempatnya. 

Kesimpulan Akhir

Pada akhirnya serial ini menjadi serial Seks Edukasi bagi saya, keseluruhan pesan serial ini tersampaikan dengan sempurna. Serial ini juga menunjukan betapa kompleksnya ‘Cinta’ dengan cara yang sedikit berbeda, menggunakan ketertarikan seksual untuk mendefinisikan ‘Cinta’. Ini adalah serial dengan kisah yang bagus, tapi sayangnya visual yang ditampilkan tidak terlalu mendukung. Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan mengenai serial ini. 


Salam Hangat
Wibu Sampah

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Beginilah sex education. Seharusnya ini bisa lebih diajarkan. Apa beda cinta dengan nafsu? Bagaimana hubungan ketertarikan seksual yang normal dan yang tidak? Bagaimana mengatasi rasa birahi pada remaja? Semuanya digambarkan dengan baik dalam cerita ini. Singkatnya, ini adalah Sex Education in a Nutshell.

    BalasHapus